Eddy Soeparno

19 Tahun Reformasi dan Perjuangan PAN

Bulan mei ini bangsa Indonesia mengenang salah satu sejarah penting perjalanan bangsa, yakni reformasi Mei 1998. Reformasi 1998 menjadi momentum bagi Indonesia untuk beralih dari sistem orde baru menuju sistem demokrasi melalui sebuah reformasi.

Pasca jatuhnya kekuasaan Soeharto pada 21 Mei 1998, maka berdasarkan konstitusi negara yang terdapat dalam UUD 1945, wakil presiden B.J. Habibie diangkat menjadi presiden menggantikan Soeharto yang menyatakan “berhenti”. Lengsernya Soeharto ini disambut dengan suka cita oleh para pelopor reformasi, yakni para mahasiswa dan para tokohnya seperti Amien Rais yang dinobatkan sebagai “Tokoh Reformasi”.

Melalui rahim reformasi Amien Rais dan kawan-kawannya mendirikan sebuah partai yang bernama Partai Amanat Nasional (PAN) 23 agustus 1998 di Jakarta. Partai Amanat Nasional merupakan partai yang menghormati dan mendorong kemajemukan. Partai ini merupakan kumpulan manusia Indonesia yang berasal dari berbagai keyakinan, pemikiran, latar belakang etnis, suku, agama dan gender. Partai ini menganut prinsip non–sektarian dan non diskriminatif. Kesepakatan ini adalah berdasarkan prinsip dasar bersama dan cita-cita politik yang sama.

Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno berkata PAN akan terus bekerja keras dan konsisten agar bisa menjadi rumah besar bagi tanah air Indonesia. PAN menentang segala bentuk kediktatoran, totaliterisme dan otoriterisme, karena berlawanan dengan harkat dan martabat manusia, memasung kebebasan dan menghancurkan hukum. Partai ini menjunjung tinggi demokrasi, untuk mewujudkan tatanan sosial dan politik yang memungkinkan masyarakat mengawasi kekuasaan.

Terkait kebijakan ekonomi, Eddy, sapaan akrab Sekjen PAN ini, menjelaskan PAN bertujuan mewujudkan kesejahteraan sosial lewat kemakmuran yang berkeadilan dengan berlandaskan moralitas serta menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Kemakmuran ditopang oleh tiga pilar utama, yakni pertumbuhan yang dinamis, stabilitas dan efesiensi. Sedangkan keadilan disangga oleh kebebasan, persamaan dan tertib sosial.

PAN memprioritaskan agenda pembangunan yang mengangkat penduduk dari lembah kemiskinan, memerangi pengangguran, dan memperluas kesempatan kerja. Penanganan yang bersifat segera diupayakan untuk menguatkan sendi-sendi ekonomi yang menjamin pembangunan yang berkelanjutan tutur Eddy.

Sudah 19 tahun reformasi PAN tetap konsisten dengan perjuangan awal berdirinya, memperjuangkan kedaulatan rakyat, demokrasi, kemajuan dan keadilan sosial. PAN menginginkan tatanan yang memungkinkan setiap manusia dapat mengembangkan kepribadiannya dalam kebebasan, setiap manusia dapat berperan serta dalam kehidupan politik, ekonomi, budaya dan berperan serta dalam usaha-usaha mengembangkan kemanusiaan.

Dalam rangka memperingati 19 tahun reformasi, Eddy mengajak semua anak bangsa untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan dalam keberagaman yang ada. Semangat cinta sesama harus terus digelorakan demi kebaikan dan kebersamaan sebagai bangsa. Seharusnya reformasi menjadi momentum Indonesia menjadi lebih baik, untuk itu marilah kita semua untuk tidak mengingkari lahirnya bangsa Indonesia yang berdasarkan prinsip-prinsip kebersamaan atas berbagai perbedaan yang ada.

[mrh]